Jumat, 14 November 2014

PLTA



Pembangkit Listrik Tenaga Angin
            Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dimanfaatkan. Secara sederhana sketsa kincir angin adalah sebagai berikut :


Indonesia, negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin, namun sayang potensi ini nampaknya belum dilirik oleh pemerintah. Sungguh ironis, disaat Indonesia menjadi tuan rumah konfrensi dunia mengenai pemanasan global di Nusa Dua, Bali pada akhir tahun 2007, pemerintah justru akan membangun pembangkit listik berbahan bakar batubara yang merupakan penyebab nomor 1 pemanasan global.
Syarat-syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut.
 





Angin kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 3 adalah batas maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasikan energi listrik.
Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbaru yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association) sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 Giga Watts, menghasilkan lebih dr 1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin. Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara global mencapai 170 Giga Watt.




Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt di seluruh indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (Kw) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau selayar 3 unit, Sulawesi Utara 2 unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit. Mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.
http://renewableenergyindonesia.wordpress.com/2008/03/05/pembangkit-listrik-tenaga-angin/
 

Ikan Nila



Cara Jitu Budidaya Ikan Nila Supaya Panen Melimpah




Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan ikan nila, ikan yang satu ini memiliki ciri khas warna yang kehitaman atau keabuan dan memiliki pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa. Sekarang ini ikan nila menjadi salah satu komoditi usaha yang sangat menjanjikan untuk ditumbuh kembangkan. Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah ikan nila pada masa sekarang sudah menjadi komoditas ekspor dan permintaan akan ikan nila tiap tahun semakin bertambah, apalagi konsumen kita secara umum menyukai masakan yang berasal dari ikan nila. Berdasarkan beberapa faktor yang kami sampaikan tersebut, inilah salah satu peluang usaha yang dapat Anda tumbuh kembangkan
Dalam berbisnis budidaya ikan nila, Anda harus memperhatikan tata cara pembudidayaan yang benar, agar usaha yang Anda kembangkan dapat menghasilkan keuntungan. Sipendik akan mengulas tata cara pemeliharaan ikan nila step by step yang dapat dikerjakan dengan simple namun benar serta berkualitas.
Potensi Budidaya Ikan Nila


  1. Memiliki daya adaptasi yang tinggi ( bisa hidup di air tawar, payau, laut )
  2. Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap perubahan lingkungan
  3. Bersifat omnivora ( bisa memakan segala jenis makanan )
  4. Mampu mencerna pakan secara efisien
  5. Pertumbuhan cepat
  6. Lebih tahan terhadap serangan penyakit, dibanding ikan lain  sejenis

Kelebihan Budidaya Ikan Nila
  1. Meningkatkan gizi keluarga
  2. Cepat berkembang biak
  3. Mudah dibudidayakan
  4. Dapat di pelihara di berbagai kolam budidaya
Cara Budidaya Ikan Nila
1. Tempat pemeliharaan/kolam
Untuk kolam sendiri dapat di cocokkan dengan keadaan lingkungan tempat Anda tinggal, Anda bisa menggunakan berbagai macam jenis kolam,  misalnya Anda bikin kolam di lokasi persawahan, tambak, kolam yang terbuat dari batu serta semen, atau bisa juga memakai media terpal sebagi tempat pemeliharaanya. Berdasarkan pengalaman teman saya, media terpal lebih menghemat biaya dan cocok untuk Anda yang baru memulai usaha
2. Pembuatan kolam
Untuk luas/ukuran kolam dapat di cocokkan sesuai sama apa yang diinginkan serta keperluan anda, misal umpamanya : lebar 2m x luas 2m serta tinggi 2, 5 m (untuk persyaratan taraf kecil). dalam ukuran itu anda telah dapat memeilhara ikan lebih kurang sejumlah 1500 ekor ikan.
Sebelum Anda menaruh ikan nila ke kolam yang baru Anda buat,  sebaiknya Anda melakukan persiapan sebagai berikut ;
  • kolam yang baru di buat sebelum saat di penuhi air upayakan diberi pupuk organik (pupuk kandang yang telah terurai dengan benar) dengan ketebalan 2cm.
  • Beri daun jerami atau bisa menggunakan daun yang telah kering serta lapuk setebal 2 cm.
  • Tambahkan sedikit kapur dan garam serta taburkan ke seluruh permukaan kolam.
  • Jika proses di atas sudah selesai, biarkan kolam selama 2 hari jangan terlebih dahulu memasukkan air ke dalam kolam
  • Sesudah kolam di isi air biarkan selama 7 hari, baru kemudian benih bibit ikan dimasukkan ke kolam, maksudya agar pupuk dapat terurai secara maksimal dan bisa digunakan sebagai makanan organik untuk bibit ikan itu.
3. Bibit Ikan Nila
  • Untuk bibit ikan anda dapat segera beli pada penyedia bibit ikan bila tidak ingin ribet.
  • Pastikan bibit ikan yang sehat serta berkwalitas, sebab ini amat  berpengaruh pada hasil panen nanti.
4. Perawatan ikan
Untuk perawatan ikan nila ini amat gampang, berikut ini langkah-langkah perawatan ikan yang harus Anda lakukan :
  • Berikan makanan ikan 2 kali sehari, disarankan pada waktu pagi dan sore hari
  • Berikan vitamin untuk pertumbuhan dan kesehatan ikan sekali dalam sebulan
  • Senantiasa jagalah kebersihan air di dalam kolam janganlah terlampau kotor, sebab type ikan ini tidak menyukai air yang keruh, hal ini mesti benar-benar anda cermati untuk menghindari ikan stres serta mati, dan berguna untuk keberlangsungan perkembangan ikan tersebut.
  • Upayakan air kolam senantiasa mengalir agar perkembangan ikan dapat cepat, langkahnya anda dapat memakai pump air (berlaku untuk kolam dari batu semen, terpal).
5. Penyakit pada Ikan Nila dan Cara Mengatasinya
  • ikan stres
Bila ikan nila kondisinya stres maka perkembangannya bisa terganggu, persoalan itu dapat di sebabkan oleh sebagian aspek umpamanya : Airnya kotor
Pemecahannya : Menguras kolam jika kolam telah mulai keruh.
  • Ikan sakit sebab bakteri jamur,
Tanda-tanda penyakit ini umumnya muncul dikarenakan meningkatnya kandungan asam pada kolam dari hasil kotoran ikan tersebut.
Pemecahannya : pindahkan ikan yang sakit itu serta obati secara teratur, untuk obatnya dapat anda beli di toko ikan.
  • Ikan kurang nafsu makan
Umumnya peristiwa ini muncul sebab keadaan ikan tengah stres
Pemecahannya : berikanlah obat penambah nafsu makan yang telah tersedia banyak di toko ikan, atau bisa juga Anda memakai rempah-rempah tradisional untuk mengatasinya.
6. Panen
Umumnya pada saat panen ikan nila memerlukan waktu sepanjang 4 – 6 bulan, bergantung dari perawatan serta tempat pemeliharaanya, bila berat ikan berbeda-beda Anda dapat menyeleksi sesuai dengan yang diinginkan, sebab menurut pengalaman rekan-rekan kami, terdapat beberapa ikan yang pertumbuhanya lambat.

https://www.sipendik.com/cara-jitu-budidaya-ikan-nila-supaya-panen-melimpah